Melintasi Pantai, Menyusuri Provinsi

Assalamu'alaikum!
Hallo! Salam sejahtera untuk kita semua ya.
Pertama-tama, Agitha mau mengucapkan terimakasih untuk kalian yang sudah membaca postingan Agitha dari awal, sudah memberi masukan baik kritik ataupun komentar, dan sudah memberi dukungan untuk tetap berbagi cerita yang hampir keseluruhannya tentang wisata air, untuk kedepannya (kalo ini mah ya) Agitha mau bercerita tentang wisata lainnya.
Nah, begini nih ceritanya.
Jadi, pada tanggal 19 Juli 2015 malam kami sekeluarga pergi dari rumah ke..

1. Palabuhan Ratu


Yap, Pelabuhan Ratu ialah tempat pertama yang kami tuju sekalian istirahat dan sholat subuh.
Sesampainya di sana kami menunggu hingga waktu sholat tiba kemudian sarapan. 



Btw, kami pergi sama seperti sebelum-sebelumnya dengan nekat berdasarkan informasi seadanya dari internet dan pergi dengan bantuan aplikasi layanan pemetaan alias petunjuk arah/tempat. Karena, kami percaya saja dengan aplikasi tersebut alhasil kami malah melewati jalanan pedalaman gitu, banyak pepohonan rindang, dan jalannya gegerenjelan (jelek, tidak rata, banyak bebatuan). Masuk gunung, keluar hutan. Berkat kejadian itu, mau ngasih info aja nih supaya kalian tidak mengalami hal yang sama jadi lebih baik cari informasi jalan secara lengkap dan akurat supaya ga nyasar. OK, next yaaa......


2. Pantai Karang Hawu
Setelah merasa cukup dengan pemandangan di Palabuhan Ratu, kami pun melanjutkan perjalan menyusuri pantai. beberapa saat kemudian sampai di Karang Hawu, letaknya dekat dengan pantai sebelumnya. Kondisi pantai ini banyak karang-karangnya yaiyalah namanya aja udah memberi ciri, nah konon katanya pemberian nama pantai ini karena ini adalah dapurnya Ratu (pantai selatan kalau ga salah mohon koreksi) dan nama hawu (bahasa Sunda) itu artinya bahan untuk memasak. Walaupun banyak karang namun tetap ada bagian yang berpasir dan ini spot berfoto.

                                         



Pemandangan dari atas tangga


Dan setelah itu kami terjebak macet parah -_-  (ga usah dijelasin yah)


3. SAWARNA BANTEN

Tempat ini terlalu indah untuk diumpetin. Tiba sore hari setelah menempuh perjalanan jauh nan panjang nan berliku nan berkelok-kelok nan berbukit nan berlembah nan jalan kecil nan indah pemandangannya. Perjalanan melelahkan pun terbayar dengan tempat tujuan yang memanjakan mata.



Keesokan harinya subuh-subuh kami mendapat serangan fajar. Serangan tukang ojek (jangan bayangkan tukang ojek online dengan helm SNI dan jaket kebangsaannya) yang memenuhi halaman penginapan. 

Rusuh jadi blur


Dengan semangatnya kami menuruti perintah tour guide n u know what? Subuh gelap lewat jembatan kayu dibawahnya sungai satu-persatu motor melalui jembatan.



Kukira hanya itu yang sedikit menegangkan. Ternyata sesudahnya kami offroad pakai motor -_- naik turun gunung dan disitu ada ilmu baru, yaitu ban motornya dililit rantai, setelah mewawancarai tukang ojek katanya supaya cocok dengan medannya yang terjal berbukit. Kami pun tiba di pantai Karang Beureum tepat saat sunrise.



Mr. Crab 

Melanjutkan perjalanan dengan ojek. Cukup ekstrim jalan yang dilalui, kanan tebing kiri jurang udahnya nanjak terus jalan di sawah kering, ini seriusan sawah.
Kemudian tiba di Gua Lalay



Setelah itu melanjutkan perjalanan ke Karang Taraje


Disana ada ombak yang tinggi dan menerjang karang.


Disana ada karang tinggi, di sebelah kirinya ada taraje (tangga bambu) untuk naik ke karangnya, dan kalau ombak sedang tinggi karang itu menjadi air terjun serta tidak boleh naik ke karangnya karena tanpa ombak saja sudah berbahaya apalagi ada ombaknya, gitu kata bapak-bapak yang jaga karang eh tangga (penafsiran bahasa yang saya ingat)


Disana ada karang-karang imut 


Disana ada gua yang gelap dan di sebelah kiri gua banyak bebatuan yang besar


Disana ada padang rumput hijau sebelum menuju karang taraje lumayan luas, ada karang datar menuju karang taraje, dan bocah yang menghalangi pemandangan.

Setelah puas berjalan-jalan dikawsan ini, kami melanjutkan ke Pantai Legon Pari untuk bermain air.


Pantai ini bisa di bilang pantai terbersih yang pernah dikunjungi. Ratingnya 8 dari 10 menurut saya. Garis pantainya cukup panjang dengan pasir putih, air laut yang biru kehijauan alami, dan sepi tidak terlalu banyak pengunjung.

Ini tempat terakhir yang kami kunjungi dengan suasana bertolak belakang dengan pantai diatas.


Pantai Tanjung Layar. 

Disini banyak pengunjung yang datang, kedalaman airnya sekitar setengah meter, dan garis hitam yang dari kejauhan itu adalah karang.

OK, itulah akhir dari perjalanan kami. Semoga bermanfaat dan mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan karena pengalaman ini tahun 2015 jadi mungkin sudah banyak perubahan dari sarana-prasarana lokasi wisata yang dimaksud.

Untuk postingan selanjutnya ada tips dan trik UN, SNMPTN, SBMPTN, UM, PTK. Insya Allah Agustus/September sudah bisa publish yaaa! Good bye. 












Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIPS N TRICK UJIAN SMA SEDERAJAT DI INDONESIA

Pulau Tidung

TIPS SINGKAT MENGHADAPI UJIAN SEKOLAH (SALAH SATU UJIAN HIDUP)